Sabtu, 05 Oktober 2013

Jeda

             Antara jam sepuluh hingga jam sebelas, jika mata saya mulai terasa lelah setelah membaca atau mengedit beberapa draft, maka saya akan mengambil waktu sejenak untuk melayangkan pandang ke luar melalui jendela di belakang cubicle saya.
           Melalui jendela itu, saya bisa melihat ramainya jalanan, juga halaman depan kantor. Untungnya gedung ini tidak terletak di kawasan niaga atau industri. Jadi, kantor tempat saya bekerja tidak dikelilingi oleh gedung-gedung betingkat, melainkan warteg.
           Menentramkan sekali melihat keluar sejenak di sela-sela tumpukan pekerjaan. Apalagi kalau sedang hujan. I love rain. Ada nuansa magis yang tak bisa saya jelaskan tatkala memandang bulir-bulir hujan, melihatnya berjatuhan di dahan-dahan, membasahi jalanan. Beberapa orang mungkin akan berkata bahwa ini berlebihan. Tapi memang inilah yang saya dapatkan ketika melihat hujan. Ketenangan, dan tak jarang kegetiran, yang indah yang setara dengan aromaterapi atau meditasi. Saya rasa, semua hal menjadi positif ketika hujan. Mungkin itulah sebabnya mengapa orang tiba-tiba menjadi romantis ketika turun hujan (yang kemudian para penulis cerita sinetron mengerdilkan maknanya dengan membuat adegan “tokoh menderita” saat hujan, lengkap dengan bunyi geledek dan kilatan petir).
          Atau, jika pikiran saya sedang mandeg, saya mengistirahatkannya dengan bermain-main desktop, mengganti screen saver-nya dengan tulisan-tulisan seperti “have a good day” atau “enjoy your life” bahkan “nasi panas, pecel, ikan asin”. Hehe, yang terakhir itu hanya saya lakukan mendekati jam 12 siang, saat sinyal-sinyal di otak menyuruh perut minta makan.
Hanya itu yang bisa saya lakukan ketika penat, ngantuk, bosan dan iseng melanda. Memandang ke luar atau bermain desktop. Kenapa tak sekalian main game saja? Jawabannya, karena memang tidak ada. Kan bisa download terus diinstal? Well, agak susah juga. Akses internet hanya terdapat pada satu komputer yang terletak nun jauh di ujung sana. Itu pun harus antre kalau mau menggunakannya karena dipakai beramai-ramai. Komputer para editor, lay-outer, illustrator, dan translator murni difungsikan hanya untuk urusan pekerjaan. Kami bisa menyalin atau memindahkan file apa pun ke dalam komputer itu, tapi jangan harap bisa mengambil data dari komputer itu. Data tak bisa disalin ke dalam flashdisk. Yang dibuat di situ, tetap tinggal di situ. Hahaha (getir).
          Anyway, saya tetap menyenagi pekerjaan ini. Karena pekerjaan inilah yang membuat saya dibayar untuk membaca.


Februari, 2013

2 komentar:

Lebah Fajar mengatakan...

"ajining manungso iku gumantung ono ing tanggung jawabe marang kewajibane"

"Mbah Maridjan"

Cara Mengatasi Rambut Rontok mengatakan...

keep posting gan, update selalu :)

Beberapa tips kesehatan untuk anda semua Cara Menurunkan Berat Badan , Cara Meninggikan Badan , Cara Mengatasi Rambut Rontok , Cara Mengatasi Keputihan , Cara Berhenti Merokok , Cara Menghilangkan Bau Kaki , Cara Menghilangkan Panu , Cara Menghilangkan Karang Gigi , Cara Menurunkan Kolesterol , Cara Mengatasi Insomnia . Semoga bermanfaat :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...