Rabu, 27 Juli 2022

To All The Companies I've Applied Before

Belakangan ini lagi sibuk, Bun, nyari-nyari kerja lagi. Well, udah ada kerjaan sih, tapi so far masih freelance meskipun long-term juga. Satu dari sebuah perusahaan dalam negeri, satu lagi vendor company dari Beijing. Ya memang ada penghasilan, cuma ya (((ditilik))) dari segi stabilitas dan financial security tidak terlalu menjanjikan ya. Risiko freelancer memang begitu. Jam kerja fleksibel, bisa WFH bahkan WFA alias Work From Aras-arasen, tapi ya gak boleh ngiri kalau yang lain dapat THR, dapat tunjangan, dapat lemburan.

Nah, semenjak balik ke kampung halaman ini, udah cari-cari tuh kerjaan yang kira-kira masuk kualifikasi di website atau platform lowongan kerja. Hasilnya? Wow, nihil! Tahu kenapa? Because I have to compete with my own age! Perusahaan di Indonesia tuh banyak banget yang ngasih batasan umurnya kadang gak masuk akal. Sebuah posisi level supervisor atau manajerial, maksimal usia 25, pengalaman minimal 2 tahun, and the job desc is entire division. Nangis gak tuh.

Sedangkan aku usia udah di middle thirty, belum punya pengalaman megang level manajerial (secara de facto pernah tapi tidak tertulis resmi dalam jabatan), dan track record karier aku kutu loncat wkwkwkw. Ga ada tuh yang sampai genap 2 tahun. Ya gimandose, aku pernah 2 kali dimutasikan ke perusahaan yang masih 1 payung. Meskipun masih 1 grup kan itu udah beda PT. 

Kalau diinget-inget, aku mulai struggling dalam career path setelah aku break 2 tahun karena hamil dan melahirkan. Waktu memutuskan kembali bekerja saat itu umur udah akhir 30, beberapa bulan menjelang 31. Gak ada yang disesali sama sekali. My daughter, Lintang, she is the best thing that happens to me. Banyak lho yang punya pengalaman kayak aku. Setelah usia 30 atau ibu muda yang kembali ke dunia kerja dianggap produktivitas menurun, dianggap gak bisa fit-in dalam bursa kerja, gak bisa update tren-tren anak muda. Padahal dari segi kompetensi dan pengalaman masih qualified. FYI, usia produktif menurut Badan Pusat Statistik itu dari 15 sampai 64 tahun, lho. Toh hal-hal baru masih bisa dipelajari kan. We're human. It's our nature always learn new things.

Jadi ya udah. Eike akhirnya cari-cari deh kerjaan dari company luar negeri yang bisa remote work. Enaknya company luar tuh, sebagian besar punya disclaimer bahwa mereka tidak ada diskiriminasi gender, usia, ras, keyaninan, dsb. Anywaaaay, doain aja ya, semoga dari sekian banyak lamaran, baik company Indo maupun luar negeri, ada yang nyantol, dan semoga itu yang terbaik. Terbaik versiku: gaji mencukupi, akses kantor mudah atau bisa WFH, bosnya baik, temen sekantornya asik, lingkungannya cocok (ayok tambahin lagi, Nggun). Amin!


Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...